Sambas Kalbar-CektaIndonesia.com
Proyek normalisasi saluran sungai di Desa Serunai, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, menuai sorotan dan keluhan dari warga setempat. Pekerjaan yang disebut sebagai bagian dari Program PTPP melalui Balai Sungai Provinsi Kalimantan Barat ini dinilai tidak transparan dan diduga tidak mengikuti standar teknis yang semestinya.(14/11/2025)
Sejumlah warga Dusun Cempaka mengaku pertama kali mempertanyakan proyek tersebut karena di lapangan tidak ditemukan papan plang informasi kegiatan. Saat warga menanyakan hal itu kepada pihak pengawas proyek, mereka justru tidak mendapatkan penjelasan yang jelas. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai anggaran, volume pekerjaan, serta pihak pelaksana yang bertanggung jawab.
Selain itu, warga mengkritik metode pengerjaan normalisasi menggunakan alat berat yang hanya menggali satu sisi saluran. Akibatnya, hasil pengerukan dinilai tidak memenuhi standar normalisasi yang telah ditetapkan dan berpotensi mengurangi efektivitas fungsi saluran. Cara kerja seperti ini dianggap dapat menimbulkan masalah jangka panjang, terutama terkait aliran air dan potensi banjir di musim penghujan.
Situasi tersebut sempat menimbulkan ketegangan antara warga dan pelaksana proyek. Menurut keterangan warga, terjadi mediasi antara kedua belah pihak. Hasil mediasi itu membuat pekerjaan normalisasi di Dusun Cempaka dialihkan ke lokasi lain.
Ketika awak media meminta keterangan kepada Kepala Desa Serunai, Susanto, ia menyatakan bahwa pihak desa tidak menerima informasi lengkap mengenai anggaran maupun volume pekerjaan. Menurutnya, pemerintah desa hanya mengetahui bahwa normalisasi saluran sungai tersebut merupakan kegiatan dari Program PTPP di bawah Balai Sungai Provinsi Kalimantan Barat.
“Kami dari pihak desa tidak mengetahui besaran anggarannya maupun detail volume pekerjaan. Yang kami tahu hanya bahwa kegiatan ini merupakan program PTPP,” ujar Kades Susanto.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana dan pengawas proyek belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan warga, serta belum menanggapi isu mengenai tidak adanya plang informasi dan dugaan pekerjaan yang tidak sesuai standar.
Masyarakat berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka serta memastikan bahwa proyek yang berjalan benar-benar sesuai aturan, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi warga Desa Serunai.
Penulis: RN
Reporter: WR







